CERPEN : PITALAH 1998

Oleh : Helwati, SH “Waktunya tinggal 15 menit lagi. Bagi yang sudah selesai agar memeriksa lagi lembar jawabannya,” kata dosen yang mengawas di kelasku. Aku berusaha secepatnya menyelesaikan semua soal-soal yang diberikan dosenku, sambil sesekali melirik pada sahabatku. Finish, selesai sudah. Selengkapnya…

PUISI : MENUNGGUMU KEMBALI

Oleh : Fazira Okta Ningsih Menunggu Kembali Saat Kau Menutup Mata Aku Merindukanmu MENUNGGUMU KEMBALI Terpapah semilir angin bertuai senja Jemari ini menorehkan sajak nan bermakna Membisukan darah dalam aliran jiwa Melihat besarnya pengorbananmu, wahai Ayah… Pada deruan angin yang Selengkapnya…

PUISI : ILALANG MERINDU

Oleh : Fitra, S.Pd.I Ilalang Merindu Permata dan Tabir Cinta 100 Perak Sang Garuda Toga ILALANG MERINDU Ilalang menguning meliuk Bak madu lembut yang ditumpahkan sang langit Serbuknya terbang disapu semilir angin Bersemayam di tanah gersang sore itu Padang Ilalang Tempat Selengkapnya…

PUISI : PADAMU AYAH

Oleh : Dra. Deswati Padamu Ayah Ayah, Kutemani Sepimu! Sayangi Ayahku Biarkan Ku Menulis Seandainya PADAMU AYAH Derasnya titik hujan Menyisakan rindu yang terpendam Yang tak dapat kugapai Rindu yang mendesak di dada Membelenggu jiwa Puisi sedih menimangku Sajak airmata merangkulku Selengkapnya…