PUISI : AYAH

Oleh :ย Afifah Al-Qorni Kelas : 2.14 AYAH Ayahku Bagiku engkau adalah pahlawan Pahlawan yang selalu melindungiku Pahlawan yang selalu ada ketika aku membutuhkan pertolongan Wahai Ayahku Engkau adalah satu-satunya laki-laki yang kupercaya Karena engkau tak pernah menyakiti bahkan memarahi anakmu Selengkapnya…

CERPEN : MUKJIZAT DIBALIK SELEMBAR HIJAB

Oleh : Muhammad Risal, S.H.I โ€œPakailah hijabmu!โ€ Teriakan Kyai Abbas hingga sekarang masih terngiang di telingaku. Bentakan tegas itu diucapkannya seketika aku baru saja menapak di Pondok Pesantren Karim Syuโ€™aib. Aku masih begitu ingat, ketika itu aku masih berumur 18 Selengkapnya…

PUISI : OKSIGEN YANG KAU BAGI

Oleh : Fybria Rahma R Oksigen yang Kau Bagi Pergi Bukan Berarti Tak Setia ย  OKSIGEN YANG KAU BAGI Tiap detak jantungmu, ada nadiku Tiap denyut nadiku, ada cintamu Adakah yang lebih dingin dari rindu? Adakah yang lebih pahit dari Selengkapnya…

CERPEN : CAHAYA CINTA DI RUANG ISOLASI

Oleh: Khaira Anisa, S.Pd Anita, begitulah teman-teman dan keluarga biasa memanggil namanya. Ia memiliki wajah yang imut dan cantik. Di lingkungannya, Anita dikenal sebagai gadis yang ramah dan kuat. Tak ada seorang pun yang pernah melihatnya bersedih ataupun menangis. Hari-harinya Selengkapnya…

PUISI : PELUH TEDUH

Oleh : Navisa Dessafitri Peluh Teduh Menembus Nirwana Ujung Bumi Dalam Diam   PELUH TEDUH Terjagalah mata dalam gulita Pun juga kala terangnya Entah mana rembulan oh manalah sang surya Sekali pun tak pernah ia kira Ayah, pernahkah kau lelah? Selengkapnya…

PUISI : RAHASIA AYAH

Oleh :ย Nanda Arinza Salsabila   RAHASIA AYAH Dari terik hingga gulita malam Tubuhnya dipaksa setegar karang Dijajakannya belas kasih Ditawarkannya hidup tanpa pamrih Siang itu, Kala tubuhnya dibungkus peluh Ia tak mengeluh Dinafikannya lelah hingga musnah Malam itu, Kala raganya Selengkapnya…

PUISI : MENUNGGUMU KEMBALI

Oleh : Fazira Okta Ningsih Menunggu Kembali Saat Kau Menutup Mata Aku Merindukanmu MENUNGGUMU KEMBALI Terpapah semilir angin bertuai senja Jemari ini menorehkan sajak nan bermakna Membisukan darah dalam aliran jiwa Melihat besarnya pengorbananmu, wahai Ayahโ€ฆ Pada deruan angin yang Selengkapnya…

PUISI : ILALANG MERINDU

Oleh :ย Fitra, S.Pd.I Ilalang Merindu Permata dan Tabir Cinta 100 Perak Sang Garuda Toga ILALANG MERINDU Ilalang menguning meliuk Bak madu lembut yang ditumpahkan sang langit Serbuknya terbang disapu semilir angin Bersemayam di tanah gersang sore itu Padang Ilalang Tempat Selengkapnya…

PUISI : PADAMU AYAH

Oleh :ย Dra. Deswati Padamu Ayah Ayah, Kutemani Sepimu! Sayangi Ayahku Biarkan Ku Menulis Seandainya PADAMU AYAH Derasnya titik hujan Menyisakan rindu yang terpendam Yang tak dapat kugapai Rindu yang mendesak di dada Membelenggu jiwa Puisi sedih menimangku Sajak airmata merangkulku Selengkapnya…