PUEBI MATEMATIKANYA BAHASA

ditulis oleh FYBRIA RAHMA R

Guru Bahasa Indonesia

MTs Sumatera Thawalib Parabek, Bukittinggi

Pada tahun 2016 berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Anis Baswedan, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (PUEYD) diganti dengan nama Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang penyempurnaan naskahnya disusun oleh Pusat Pengembangan dan Pelindungan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Ini bukan hanya masalah penamaan. Sejak dicetuskannya bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan Republik Indonesia, telah banyak pembaharuan dan perkembangan mengenai ejaan bahasa Indonesia.

Semakin berkembangnya zaman, berkembang pulalah ilmu pengetahuan. Begitu juga dengan bahasa. Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh setiap manusia. Sebagai alat komunikasi, bahasa sangat memiliki peranan penting. Komunikasi dapat dilakukan secara lisan dan tulisan. Secara lisan dibantu dengan lafal, intonasi, ekspresi, dan volume sedangkan secara tulisan dibantu dengan aturan pemakaian huruf, kata, kalimat, dan tanda baca.

Dalam bahasa tulis terdapat salah satu bagian terpenting, yakni ejaan. Ejaan menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dan sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca. Kenapa PUEBI disebut sebagai matematikanya bahasa?

Matematika dikenal dengan ilmu pasti karena berkaitan dengan angka-angka. Jika ingin menjawab soal matematika, jawablah sesuai rumus yang tepat dan cara kerja yang sesuai aturan. Jika tidak, bisa terjadi dua kemungkinan, pertama hasilnya betul, tetapi cara kerja tidak pas dan kedua cara kerja tepat, hasilnya salah. Dalam berbahasa, tentu ada juga proses dan hasilnya. Hasil akan terlihat dari hal yang telah kita bicarakan atau yang telah kita tulis.

Hasil dari suatu pembicaraan atau tulisan akan terlihat dari respon pendengar dan pembaca. Menulis yang tidak sesuai ejaan akan menimbulkan makna ambigu begitu juga dengan berbicara. Jadi, akan timbul penafsiran ganda terhadap satu kalimat atau tuturan. Supaya pembicaraan atau tulisan itu mudah dipahami langsung oleh pendengar dan pembaca, digunakanlah aturan dalam pemakaiannya.

Dalam kalimat efektif, salah tanda baca, salah jeda, dan salah penulisan (huruf, kata, dan kalimat) bisa salah makna. Peletakan tanda titik, koma, dan lainnya bisa membedakan arti. Tidak jarang masyarakat banyak salah paham ketika menggunakan bahasa. Ada yang mudah tersinggung, ada yang menganggapnya lucu, dan ada yang langsung paham dengan apa yang sedang dibicarakan.

Salah satu contoh bahasa yang digunakan ‘Ibu Sarmila makan cacing hidup di tanah.’ Kalimat tersebut jika tidak diberi tanda baca, akan menimbulkan ketaksaan makna. Pertama, Ibu yang bernama Sarmila memakan cacing yang hidup di tanah. Kedua, Ibu dari anak yang bernama Sarmila memakan cacing yang hidup di tanah. Ketiga, Ibu yang bernama Sarmila sedang makan dan cacing hidup di tanah. Keempat, Ibu dari anak yang bernama Sarmila sedang makan dan cacing hidup di tanah.

Hal ini disebabkan oleh tidak adanya tanda baca atau kurang tepatnya penulisan kata dan kalimat. Menulis dan berbicara merupakan keterampilan dalam berbahasa yang harus dimiliki siswa SMP/MTs. Ali bin Abi Thalib seorang khalifah besar mengatakan bahwa pelajarilah suatu bahasa agar kamu tidak dibodohi. Dalam islam pun bahasa memiliki peran yang sangat penting.

Belajar matematika harus fokus, memahami konsep, dan bukan menghafal. Begitu juga dengan PUEBI, fokus, pahami, dan tidak dihafal melainkan dibiasakan. Bisa karena biasa. Jika sudah membiasakan mempraktikkan EBI dalam menulis, hasilnya akan nampak nyata. Sebab bahasa adalah latihan dan pembiasaan. Seperti halnya matematika, seseorang harus rajin mengerjakan soa-soal matematika agar mahir dalam matematika.

Bahasa Indonesia baku memiliki ciri kaidah yang jelas sehingga memiliki karakteristik yang jernih. Bahasa Indonesia baku memiliki ciri umum. Pertama, bahasa Indonesia baku memiliki ciri kemantapan dinamis yang berarti bahwa  bahasa Indonesia memiliki aturan dan kaidah yang tidak mudah digoyahkan. Kaidah tersebut terletak dalam PUEBI. Kuasai bahasa Indonesia sesuai dengan PUEBI. Kedua, bahasa Indonesia baku memiliki ciri kecendikiaan bahwa bahasa Indonesia baku mampu mengungkapkan penalaran atau pemikiran yang teratur dan logis.

Matematika adalah ratunya ilmu. Setiap cabang ilmu memiliki perhitungan. Matematika berarti ilmu pengetahuan yang didapat dari berpikir. Begitu juga dengan bahasa. Orang yang berbahasa adalah orang yang berpikir. Makanya pepatah mengatakan berpikir dulu sebelum berbicara. Dalam menulis, pahami dulu PUEBI baru bisa menulis dengan efektif.

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang memiliki ciri khas dan identitas. Cerminan karakter suatu bangsa akan terbentuk melalui bahasa. Tentu bahasa yang memiliki nilai positif. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam menggunakan bahasa, baik tulis maupun lisan.

Bahasa Indonesia selain berfungsi sebagai bahasa nasional yang diikrarkan dalam sumpah pemuda 28 Oktober 1928, juga sebagai bahasa negara yang disahkan 17/18 Agustus 1945. Sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, pengantar di dalam dunia pendidikan, alat perhubungan tingkat nasional, dan alat pengembangan budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang kebanggaan nasional, lambang identitas nasional, alat pemersatu berbagai suku bangsa, dan alat perhubungan antardaerah dan budaya.

Pembelajaran bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 sekarang sangatlah penting. Hal ini disebabkan karena jam pelajaran bahasa Indonesia tingkat SMP/MTs menjadi enam jam pelajaran selama satu minggu dalam satu lokal. Tentu hal ini menjadi salah satu batu loncatan besar bagi guru bahasa Indonesia untuk mengambil peran penting dalam menggerakkan roda kehidupan bahasa Indonesia.

Waktu enam jam pelajaran dalam seminggu ini bukan waktu main-main untuk mengembangkan pembelajaran bahasa Indonesia bagi peserta didik. Pemerintah secara tidak langsung memberikan tanggung jawab yang luar biasa bagi guru bahasa Indonesia demi menjaga bahasa resmi kenegaraan dan menjadikannya go international. Hal itu tertuang dalam sumpah pemuda yang berbunyi ‘Ketiga kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.’ Begitu besar peran suatu bahasa dalam sebuah negara. Negara luar juga sangat tertarik dengan negara Indonesia sehingga mereka banyak yang mempelajari bahasa Indonesia. Di luar dan dalam negeri sudah ada pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing yang disingkat dengan (BIPA).

Tulisan ini Juga dimuat di Harian Singgalang 8 Agustus 2019

Guru Bahasa Indonesia di Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*