KUNJUNGAN KE KANTOR BUPATI DAN RUMAH KELAHIRAN BUYA HAMKA

  بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Parabek,

Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi pada hari Rabu, 27 Februari 2019 membawa rombongan Study Exchange dari Eakkapap Sasanawich Islamic School, Provinsi Krabi Thailand untuk berkunjung ke Kantor Bupati Agam dan Rumah Kelahiran Buya H. Abdul Malik Karim Amrullah, atau yang sudah dikenal oleh masyarakat dunia dengan panggilan “Buya Hamka”.

Untuk tujuan pertama rombongan mengunjungi kantor Bupati Agam pada pukul 10.45 WIB yang disambut hangat oleh Wakil Bupati Agam Bapak Trinda Farhan Satria beserta beberapa orang staff dari kantor Bupati Agam yang mana pertemuan ini berlangsung di ruangan Bupati.

Rombongan berangkat sebanyak 41 orang yang terdiri dari 5 orang Pimpinan Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi beserta beberapa orang staff pondok dan santri dan 28 orang serta 2 orang pendamping dari Eakkapap Sasanawich Islamic School Thailand.

Dalam pertemuan ini Wakil Bupati Agam Bapak Trinda Farhan Satria menjabarkan tentang visi dan misi Kabupaten Agam serta apa saja yang sedang dan telah dirancang oleh pemerintah kabupaten untuk membangun sebuah peradaban yang madani atau bisa disebut kegiatan ini dengan “tugas dakwah” yang melingkupi dakwah struktural berupa sekolah, adat dan lain2, sedangkan untuk menjadi ukurannya yaitu Al-Qur’an.

Setelah puas dengan tujuan berkunjung ke Kantor Bupati Agam kemudian rombongan bergerak menuju rumah kelahiran Buya Hamka yang terletak di Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sepupu dari Buya Hamka bapak Datuak Indomo (Akhyar Saputra) menjabarkan tentang masa kecil Buya Hamka hingga dewasa. Dengan sangat semangat beliau menceritakan sejarah Buya Hamka dimulai dari masa kecil beliau yang nakal, perceraian orang tua Buya Hamka hingga sejarah beliau dalam perjuangan menegakkan agama Islam di Indonesia. Tidak mudah menjabarkan sejarah Buya Hamka kepada rombongan Thailand karena memerlukan translater untuk menafsirkan ke bahasa mereka seperti halnya juga ditranslate ketika pertemuan di kantor Bupati, dan di translate oleh Ustadzah Nurhayana yang merupakan pembimbing dari Eakkapap Sasanawich Islamic School.

Kemudian pada pukul 16.00 WIB rombongan bertolak kembali ke Pondok yang menandakan bahwa perjalanan mencari ilmu untuk hari ini telah selesai. Semoga perjalanan kali ini dapat memberikan wawasan bagi pihak Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi maupun bagi pihak Eakkapap Sasanawich Islamic School Thailand dan dapat sebagai perkenalan tentang Ulama besar Minangkabau ke internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *