TIPS MEMPEROLEH AKHLAK YANG MULIA

Dalam sebuah nasehat berharga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abu Dzar disebutkan,

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Ikutilah kejelekan dengan kebaikan niscaya ia akan menghapuskan kejelekan tersebut dan berakhlaklah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi no. 1987 dan Ahmad 5/153. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Ada beberapa tips agar kita mendapatkan akhlak yang mulia :
1. Berdo’a
Diriwayatkan dari Aisyah dan Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam biasa berdoa:

اللَّهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِي فَأَحْسِنْ خُلُقِي

Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah rupaku maka perindahlah pula akhlakku.” (HR. Ahmad IV/68, 155 dengan isnad shahih. Al-Haitsami berkata dalam Al-Majma’, bahwa hadits tersebut diriwayatkan Imam Ahmad dan perawi-perawinya adalah perawi-perawi yang shahih. Dinukil dari komentar Syaikh al-Albani dalam al-Irwa’.)

2. Belajar
Dengan ‘ilmu Agama kita akan mengetahui mana akhlak yang Allah ridhoi dan mana akhlak yang Allah murkai. Kita lihat kisah Sofyan Ats-Tsauri, Ibunda Sofyan Ats-Tsauri berkata kepada Sofyan Ats-Tsauri : “Sofyan engkau bawa uang ini 10 dirham, silahkan engkau cari ‘ilmu Agama, belajarlah 10 hadist. Nanti setalah kamu belajar 10 hadist silahkan engkau perhatikan dirimu, kalau dengan bertambahnya ‘ilmu ada prilakumu yang berubah lebih baik, maka teruskanlah engkau untuk menuntut ‘ilmu. Tapi kalau ternyata engkau sudah menghafal 10 hadist akhlakmu tidak berubah, engkau berhenti saja menuntut ‘ilmu, takut menjadi petaka buat engkau nanti”

Ada seorang penyair mengatakan : “Apa artinya sekolah di sekolahan kalian, kalau nanti setelah lulus tidak ada perubahan kepada akhlahmu”. Maka ‘ilmu sesungguhnya membawa perubahan. Berdo’alah kepada Allah ‘Azza wa Jalla, agar diberikan-Nya ‘ilmu yang bermanfaat.
Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

dan katakanlah :”Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”. [Thâhâ/20:114]

3. Membiasakan Diri Untuk Berbuat Amal Sholeh.
Ketika kita sudah mengetahui ‘ilmunya, maka segerakanlah membiasakan diri untuk melakukannya. Salahsatu cara untuk memiliki akhlak yang mulia adalah dengan memelihara kambing, tidak ada satupun Nabi dan Rasul yang tidak memelihara kambing. Kita akan belajar kesabaran dari bergembala kambing. Sepertinya di pesantren-pesantren perlu untuk diadakannya kegiatan mengembala kambing, tujuannya adalah untuk melatih santri.
4. Cari Teman dan Lingkungan yang baik
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita agar bersahabat dengan orang yang dapat memberikan kebaikan dan sering menasehati kita.

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa)

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ 3545).

5. Mengetahui Kekurangan Diri KitaOrang yang merasa dirinya baik, tidak akan pernah menjadi baik. Lantas siapa yang akan memperbaiki dirinya kalau dia sendiri sudah merasa baik. Tapi orang yang merasa dirinya kurang baik, dia akan berusaha untuk merubah dirinya.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ

Allahumma inni a’udzu bika min munkarotil akhlaaqi wal a’maali wal ahwaa’ [Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari akhlaq, amal dan hawa nafsu yang mungkar].” (HR. Tirmidzi no. 3591, shahih)

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla mengkaruniakan kepada kita akhlak yang mulia. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*