TANGGA

Oleh : Yeni Angelia

kulintauSemua orang bercita-cita untuk menjadi sukses, semua orang bermimpi kelak ia akan menjadi seperti apa yang ia mimpikan, ada yang ingin menjadi guru,dokter,polisi,designer dll. tapi, apakah semua orang yang berhasil meraih mimpinya? apakah semua orang yang berhasil menjadi seperti yang ia mimpikan? tentu jawabannya adalah tidak.

Kunci dari kesuksesan itu terletak dari seberapa besar usaha yang telah dilakukan, seberapa besar usaha yang telah diberikan, begitu banyak orang yang bermimpi tinggi, tapi tak ada usaha tentu hasilnya akan sia-sia. seorang guruku semoga Allah menjaga beliau pernah bertanya yang maknanya “apakah mungkin sebuah kapal yang bagus dapat berlayar di padang pasir yang tandus?” pertanyaan yang benar-benar membuatku termenung untuk menjawabnya,pertanyaan yang banyak mengandung makna.

Hingga akhirnya, kutemukan arti dari pertanyaan tersebut, sangat mustahil rasanya jika seseorang yang mempunyai mimpi dan cita-cita yang tinggi namun ia hanya duduk dan menanti keajaiban tanpa ada semangat dan usaha untuk mencoba meraihnya,layaknya kapal yang berjalan di atas padang pasir nan tandus,mustahil.

Berbeda dengan orang yang mempunyai mimpi besar, namun ia berusaha untuk mewujudkan impiannya tersebut, ia terus mencoba, mencoba dan terus mencoba, walau ia harus terjatuh dalam menaiki tangga kesuksesan, ia yang tak pernah lelah dan pantang menyerah, seperti hal nya Thomas Alva Edison yang telah gagal 999 kali dalam percobaannya, namun ia tak menyerah hingga sampai saat ini kita rasakan hasil karyanya yang luar biasa. biarlah kita berlelah-lelah untuk saat ini, hingga tiba waktunya nanti kita akan merasakan betapa manisnya hari esok,betapa manisnya kesuksesan yang selama ini kita perjuangkan.

Begitu juga dengan kita sebagai seorang penuntut ilmu, jangan pernah lelah dalam menuntut ilmu dan teruslah berusaha untuk menjadi yang terbaik, menjadi kebanggaan untuk orang tua kita, guru-guru, dan teman-teman.sebuah perkataan imam Syafi’i radiallahu’anhu yang maknanya “jika engkau tak tahan akan lelahnya menuntut ilmu, maka engkau harus menahan betapa lelahnya menanggung kebodohan”.