PERPISAHAN DENGAN SANTRI THAILAND

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Parabek,

20 hari sudah lamanya santri dari Eakkapap Sasanawich Krabi Thailand berada di Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi. Kegiatan yang diadakan rutinan 1 kali setahun ini adalah bentuk kerjasama pendidikan antara 2 instansi pendidikan islam dan 2 negara yaitu Indonesia-Thailand.

Selasa, 09 April 2019 diadakan perpisahan dengan santri Thailand yang di isi oleh para santri Thawalib Parabek dan santri Eakkapap Sasanawich. Dalam acara perpisahan ini banyak yang ditampilkan sebagai bentuk persahabatan antara 2 instansi islam meskipun hujan turun di Bukittinggi dengan sangat deras.

Ada hal yang menarik dari penampilan santri Eakkapap, mereka bisa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan sangat fasih yang sudah mereka persiapkan jauh hari sebelum keberangkatan ke Indonesia, bahkan mereka juga menyanyikan sebuah tembang islami dari band islami Indonesia.

Perpisahan ini dihadiri oleh pimpinan-pimpinan Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi dan juga pimpinan dari Pondok Pesantren Eakkapap Sasanawich Krabi Thailand yaitu Babo H. Kamaen Luklem (Pengasuh Pesantren Eakkapap Sasaniwch Krabi Thailand), Buya Amran Bin Ismail, Ustadz Ruslan (Guru), Nurhayana Tohkeng (Pendamping) dan Karanee Daengra (Pendamping).

Dalam sepatah kata nya, Buya Amran Bin Ismail yang menggantikan Babo H. Kamaen Luklem untuk berbicara di depan para santri dan ustadz/ustadzah serta tenaga kependidikan Thawalib Parabek mohon pamit dan mengucapkan terimakasih banyak sudah menerima para santri dari Eakkapap Sasanawich dengan tangan terbuka dan sudah memberikan pendidikan-pendidikan yang sangat berarti bagi santri-santri mereka, bahkan banyak juga ilmu yang tidak mereka dapatkan disana tetapi mereka dapatkan di Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi.

Alhamdulillah syukur ilahi bawa kita 2 bangsa satu saudara islam bertemu salen mengenalkan dalam masa singkat 20 hari . Alhamdulillah di sana buat kami dan plajar2 rasa banyak puas maupun plajaran activiti makanan kedudukan wisata cuaca dan orang di parabac semua rasa tenang senang macam banyak rasa semua dari kami bangga sangat…

Pertama kali sampai lihat banyak islam saudara saudari macam ikwah wahid senang lihat banyak muslim sama dengan islam di masa rasulullah banyak ikut sunnah sejuk mata sangat. Insyaallah mohon pondok pesantren sumatera thawalib parabek maju dalam didikkan islam yang baik selama2 nya.

Terima kasih semua yang jemput kami kesana dan bagi banyak peroleh di sana
mohon cucur air kemaaffan atas semua yang kurang bagi kami dan anak plajar dari thailand semua
moga kita akan bertemu lagi insyaallah🔜🇹🇭🇲🇨”. Tulis Ustadzah Nurhayana

Dalam acara ini juga diserahkan kenang-kenangan dari Thawalib Parabek untuk Eakkapap Sasanawich maupun seblaiknya. Semoga dengan ini semua dapat menambah ukhuwah islamiyah antara 2 bangsa.

Banyak sekali pengalaman yang dibagikan oleh tamu dari Thailand, bahkan mereka juga bisa akrab dengan santri Thawalib Parabek walaupun dalam bahasa jauh berbeda.

Hingga akhirnya saudara/saudari dari Thailand berangkat dari Pesantren Thawalib Parabek pada hari Rabu, 10 April 2019 pukul 04.00 WIB menuju BIM dan kemudian take-off pada pukul 08.20 WIB bertolak menuju Thailand dengan transit di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Terakhir, semoga pertemuan ini dapat memberikan manfa’at yang luar biasa bagi kedua belah pihak dan semoga kegiatan seperti ini akan terus berlanjut hingga kedepannya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*