CORE VALUE SABTU 11 NOVEMBER 2017 : Ustadzah Dra. Bisdawati (Taqwa itu Berhati-hati)

Sabtu, 11 November 2017 pukul -+ 7:15 WIB – selesai Civitas Akademik Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi kembali mengadakan kegiatan rutin Core Value. Pada kegiatan Core Value hari ini yang menyampaikan tausiyah adalah Dra. Bisdawati selaku Guru Tafsir / Tajwid di Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi.

Dalam tausiyah singkatnya Dra. Bisdawati menyampaikan : ” Suatu hari Umar Ibnu Khattab RadhiAllahu’anhu bertanya kepada Ubay, “Wahai Ubay, apa makna takwa?” Ubay yang ditanya justru balik bertanya. “Wahai Umar, pernahkah engkau berjalan melewati jalan yang penuh duri?” Umar menjawab, “Tentu saja pernah.” “Apa yang engkau lakukan saat itu, wahai Umar?” lanjut Ubay bertanya. “Tentu saja aku akan berjalan hati-hati,” jawab Umar. Ubay lantas berkata, “Itulah hakikat takwa.”

Sedangkan definisi taqwa menurut Ali bin Abi Thalib RadhiAllahu’anhu mendefinisikan taqwa itu menjadi 4 :
1. Takut kepada Allah yang diiringi rasa cinta kepada Allah Subhanahuwata’ala
2. Beramal dalam kehidupan sehari-hari dengan berpedoman kepada Al-Qur’an
3. Ridho dengan rezki sedikit dengan yang berikan Allah Subhanahuwata’ala
4. Mempersiapkan diri dengan kehidupan yang lebih panjang, yaitu kehidupan setelah kematian.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :
(وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133

(الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (134

(135) وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. ” (QS. Ali Imron [3] : 133-135)”.

Semoga sifat-sifat taqwa yang dijelaskan didalam Al-Qur’an bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari dan mudah-mudahan kita semua menjadi hamba-hamba Allah yang selalu bertaqwa. Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*