Alhamdulillah, UBK 2018 Berjalan Lancar di Hari Pertama

Seperti yang sudah dijadwalkan oleh Pemerintah, hari Senin tanggal 09 April 2018 adalah hari pertama Ujian Berbasis Komputer (UBK) untuk siswa tingkat SMA dan Aliyah. Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek memiliki santri yang mengikuti UBK tahun ini sebanyak 129 orang, 57 orang santri dari jurusan Agama, 25 orang santri jurusan IPA, 47 orang santri jurusan IPS, dan kali ini merupakan pertama kalinya Pondok Pesantren Thawalib Parabek mengadakan ujian UN berbasis komputer.

Ujian Nasional tahun ini diadakan selam 4 hari, yaitu dimulai pada hari Senin tanggal 09 April 2018 dan berakhir pada hari Kamis tanggal 12 April 2018. Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek sendiri membagi waktu ujian menjadi 2 sesi, Ujian sesi pertama dimulai pada pukul 07.30 WIB sampai pukul 10.00 WIB dan selanjutnya sesi ke dua dimulai pada pukul 10.30 sampai pukul 13.00 WIB. Sedangkan untuk pengawas ujian, Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek ditugaskan 5 orang pengawas, 2 orang pengawas berasal dari MAN 3 Kab. Agam, 2 orang pengawas berasal dari MAN 2 Kab. Agam, dan 1 orang pengawas berasal dari MAS Diniyah Pasia.

Kalau dikaji dari kelebihan dan kekurangan UBK ini, bagi sekolah sendiri mengatakan segi positifnya yaitu pemakian komputer dalam ujian memberikan keuntungan yang banyak bagi guru karena biasanya kalau kita ujian menggunakan kertas, kita harus mengantarkan LJK dan lain sebagainya, sehingga proses agar lembar jawaban peserta ujian itu dapat diproses harus membutuhkan waktu yang lebih lama, tetapi dengan Ujian Berbasis Komputer maka jawaban peserta ujian bisa langsung terhubung ke server, sehingga tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk memproses lembaran jawaban ujian peserta, dan juga dengan Ujian Berbasis Komputer ini bisa mengurangi ruangan yang terpakai untuk ujian.

Ketika ditanya kepada siswa tentang keuntungan dan kekurangan Ujian Berbasis Komputer dari sudut pandang siswa adalah, kelebihannya siswa jadi lebih simpel dalam menjawab ujian, siswa jadi punya banyak waktu untuk menjawab soal karena tidak perlu memikirkan lembar jawaban yang masih kurang tebal pensilnya, tapi kekurangannya adalah peserta ujian lebih kelelahan karena terlalu lama menatap layar komputer. Dengan alasan itu sehingga pihak sekolah menganjurkan agar peserta ujian untuk membawa air mineral untuk ujian selanjutnya.

Tentang persiapan untuk Ujian Nasional ini Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek beberapa kali melakukan simulasi ujian berbasis komputer untuk santri, mengulang pelajaran dengan Mata Pelajaran yang ikut di uji kan, dan beberapa tambahan pembelajaran yang diberikan di asrama santri. Alhamdulillah kita mengucapkan puji dan syukur kepada Allah keadaan ujian di hari pertama ini berjalan dengan lancar, para santri peserta ujian dapat menyelesaikan semua jawaban dengan tenang, dengan nyaman, dan semoga saja keadaan seperti itu terus berlanjut. (sumber:Ust. Mukhlis, S. Sos. I)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*